hei hei kau yang sedang mengacaukan jam tidurmu, apa kau ingin menumpuk penyakit di tubuhmu, Ceresa?
aku ingat awal-awal pertemuan (kembali) kita, aku begitu suka berbagi cerita denganmu. Saat ini aku merasa bersalah Ceresa, akulah orang yang mengajarkanmu bagaimana mengakrabkan diri dengan malam, bukan? Maaf sedang tak dapat menarikmu ke keadaan semula, Cer. Mengapa kau pernah jadi orang yang begitu ingin mendengarkan cerita-ceritaku? Meski saat itu kau perespon yang buruk..
Jadi bisakah kau meminta pertanggungjawabanku? Tidak apa-apa kau menyusahkanku Ceresa, daripada aku terus-menerus berpikir, sedang di mana kau saat ini.
Semua mempertanyakannya, mengapa aku masih mempertahankan. Kadang-kadang aku berharap kau tiba-tiba muncul, menjawab segala pertanyaan itu Cer, tapi makin hari kau makin yakin aku akan benar-benar merasakau tidak pernah ada, begitu kan?
Disakiti tapi tetap menunggu, dilupakan tapi tetap berharap, ditinggalkan tapi tetap percaya, apa begitu cara orang-orang menunjukkan cintanya? Aku yakin kau pun setuju, ini sedikit kejam. Aku benar kan Ceresa?
Ceresa, karena aku bukan Isabella Swan, bisakah aku minta sesuatu padamu? Jangan datang lagi di saat aku mati.
Hanya kau Ceresa, yang dapat membuat aku merasa aku bukan siapa-siapa di dunia ini, di saat yang sama aku merasa begitu banyak orang yang ingin aku libatkan dalam kebahagiaanku.
Ceresa, apa yang sebenarnya sedang kau lakukan?
- Pak Dian Wardiana S , dosen Filsafat - MPK II-
Entah kenapa setuju banget. Inget pernah kesel sampe ubun2 waktu ada laki2 yg ngomong “Jadi cewe kok keras kepala bgt, kayak gini nih hasil emansipasi.”
Paling engga saya mau banget hamil, melahirkan, dan mengurus anak, Mas!
tuh kan, saya ga bercanda tentang menjawab “tidak tahu” setiap ada yang nanya “kapan kosong? kapan bisa ketemu? kapan kita main?”
-tweetnya Agnes Savithri, Mahasiswi semester 6 Jurnalistik FIKOM Unpad-
(via anamrufisa)
agak indah
SIAPA YG BERANI2NYA MIMPIIN SAYA HAMPIR SETIAP MALAAAMMM???!!!
(Source: lovequotesrus)
