Apa yang dimaksud dengan teknologi dan teknologi komunikasi?
Dalam bukunya Communication Technology, Everett M Rogers mengemukakan definisi dari teknologi sebagai berikut : “Technology is a design for instrumental action that reduces the uncertainty in the cause-effect relationships involved in achieving a desire outcome” (Rogers. 1983. p. 12). Rogers juga menambahkan bahwa teknologi memiliki dua aspek, yaitu hardware aspect yang merujuk kepada objek material dan objek fisik, dan software aspect yang merujuk kepada informasi yang berdasarkan hardware. Kedua aspek ini berjalan beriringan sebagai usaha pemenuhan kepuasan dalam pemanfaatan teknologi pada kehidupan sehari-hari.
Dalam definisi teknologi yang diungkapkan oleh Rogers, dapat kita ambil kesimpulan bahwa teknologi merujuk kepada segala sesuatu yang diciptakan untuk mempermudah suatu pekerjaan. Dalam hal ini, teknologi berperan dalam meminimalisasi kekurangan-kekurangan yang mungkin saja timbul ketika manusia sedang melakukan apa yang ia inginkan.
Pada era saat ini, di mana perkembangan teknologi nyaris tidak lagi memiliki batas, tentu hidup kita tidak dapat dilepaskan dari pemanfaatan teknologi. Sebagian besar peralatan yang manusia gunakan sehari-harinya adalah teknologi. Salah satu contoh benda teknologi yang kita gunakan sehari-hari misalnya handphone atau telepon genggam. Sepuluh tahun yang lalu benda ini hanya digunakan oleh kalangan menengah ke atas. Namun saat ini, telepon genggam sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat kita. Penggunya pun berasal dari berbagai kalangan. Ya, semua setuju, bahwa menggunakan telepon genggam sangat mempermudah individu untuk berkomunikasi dengan individu lainnya. Penggunaan telepon genggam pun dapat meminimalisasi ‘jarak’ antara manusia di muka bumi.
Teknologi Komunikasi menurut Everett M Rogers yaitu : “Communication Technology is the hardware equipment, organizational structures, and social values by which individuals collect, process, and exchange information with other individual’s.” (Rogers. 1983. p.2)
Dalam buku yang sama Rogers juga mengemukakan bahwa teknologi komunikasi dapat bergantung kepada masa sejarah manusia. Ia mengambil contoh proses komunikasi manusia terdahulu dengan menggunakan lukisan dan ukiran-ukiran di dalam gua. Namun ada juga teknologi komunikasi yang tidak bergantung kepada masa, mesin cetak Guttenberg tidaklah berarti apa-apa sebelum munculnya Penny Press, surat kabar seharga satu sen.
Dari definisi yang dikemukakan oleh Rogers, ia mengidentifikasi teknologi komunikasi sebagai suatu bentuk perkembangan pesat dari kemajuan teknologi dalam bidang komunikasi. Secara spesifik Rogers juga menyebutkan bahwa teknologi komunikasi ini berbentuk hardware atau perangkat keras. Di mana benda-benda teknologi ini akan semakin ‘memperkecil’ jarak dimensi isi dan dimensihubungan antar individu di muka bumi.
Perkembangan teknologi komunikasi menuntut perkembangan dunia komunikasi yang semakin pesat pula. Secara langsung protocol komunikasi dunia mengalami revolusinya masing-masing. Telegraf Morse tidak lagi menjadi alat komunikasi popular setelah lahirnya teknologi telepon genggam. Alat komunikasi jarak jauh membentuk sistemnya masing-masing demi tercapainya pemenuhan kebutuhan manusia.
Tidak bisa dielakkan, perubahan besar-besaran pada dunia teknologi komunikasi juga turut berimplikasi kepada terjadinya perubahan sosial. Tidak hanya itu, teknologi komunikasi yang ada saat ini telah menjadi budaya popular yang beimbas kepada lahirnya budaya massa. Dalam sebuah presentasi saya menemukan bahwa ternyata penggunaan BlackBerry di Indonesia bukan sekedar suatu kebutuhan, melainkan juga telah berubah menjadi sebuah trend di berbagai kalangan pengguna BlackBerry. Pada era ini, masyarakat bergerak ke arah masyarakat bermobilitas tinggi dan masyarakat industri, kebutuhan akan teknologi komunikasi pun menjadi kebutuhan primer. Seperti definisi teknologi yang dikemukakan oleh Rogers, bahwa perangkat teknologi komunikasi tidak dapat dilepaskan dari penyebaran nilai-nilai sosial.